Thursday, October 4, 2018

PUISI KARYAKU

Jari Telunjuk
   
                                                      Puisi Karya : Muhammad Asrul Maulana

Kekuatan dan kesaktian
Tergantung jati diri
Hebatnya seseorang
Tergantung tempatnya

Tidak semua orang bisa melakukannya
Hanya orang yang mempunyai kuasa
Yang bisa menggerakkan dunia
Dengan jari telunjuknya

Sebuah gelar yang tidak akan lama
Itu adalah pejabat, politikus, dan pemerintah
Tunjukkanlah kekuatan mu
Maka keadilan atau kehancuran terjadi

Tunjuk dan berkata jalan
Maka jadi jalan
Tunjuk dan berkata hukuman
Maka jadi hukuman
Tunjuk dan berkata perang
Maka terjadilah peperangan

Kekuatan mu sangat besar
Dan jadikan kekuatan untuk kebaikan
Waktu mu hanya 5 tahunan
Buatlah keadilan, kebaikan, kemajuan
Di bangsa mu sendiri

Tuesday, September 18, 2018

Ibu

Ibu

Oh ibuku..
Jiwamu adalah jiwaku
Jerih payahmu adalah pengorbananmu
Sungguh aku sangat terharu

Engkau tak merasakan Lelah
Walaupun tubuh mu sudah rentah
Dimasa kecil kau mengasuh ku 
Merawatku dan membesarkanku

Oh...ibuku sayang
Ilmu mu adalah ilmuku
Perjuanganmu begitu mulia
Demi anakmu yang kau sayangi

Kau besarkan aku
Kau rawat aku
Kau didik aku
Kau sayangi aku

Hingga aku dewasa
Kau rangkul aku
Kau arahkan aku
Kejalan yang benar

Kau didik aku dengan ilmu agama
Kau arahkan aku jadi anak yang Sholeh
Anak yang berbakti
Kepada kedua orang tua

Sungguh mulia
Wahai engkau ibu
Sampai kapanpun selalu ku ingat
Sampai nafas berhenti

Oh...ibuku 
Aku tak bisa membalas kebaikanmu
Aku hanya bisa berdoa
Semoga engkau sehat selalu





Saturday, September 15, 2018

Jeritan cinta

Jeritan cinta

Jika mata melihat kenyataan pahit
Hati mendadak gelisah
Pikiran mulai mengulang kejadian lalu
Perubahan pun terjadi

Rasa sakit yang tidak menyakiti
Rasa tenang pun lenyap
Bingung harus mau apa
Mencari siapa yang disalahkan
Ingin berubah yang tidak sesuai harapan

Hati pun mendadak sensitif
Dulu mencintai sekarang membenci
Dulu sangat dekat kini menjauh
Dulu saling tersenyum Kini membuang muka
Seakan tidak ada sejarah diantara kita
Seakan kenangan berwarna putih yang bersih

Bagaimana kelanjutan kisah ini
Apa tujuan hidup tanpa sebuah cinta
Mengapa cinta menjadi penghambat hidup
Dimana waktu yang katanya menyembuhkan

Apakah aku bisa menjalani hidup ini
Dengan air mata yang menetes
Kepala yang merunduk
Dan hati yang hancur
Coba-coba dan cobalah

Pejamkan matamu
Percayalah pada Tuhan
Sesungguhnya tuhan memberikan cinta yang tidak akan pernah hilang
Berfikirlah  dengan otak
Dan janganlah dengan hati

Tuesday, September 11, 2018

Dosa


Dosa


Jalan yang lurus bisa saja berliku
Perbuatan yang mulus bisa saja hancur
Dan sepasang kepala pun tidak saling menatap
Berfikir-berfikir dan berfikir

Entah mengapa otak berhenti bekerja
Entah mengapa tangan dan kaki melakukannya
Entah dimana waktu yang selalu mengingatkan
Entah mengapa pertanyaan datang silih bergantian

Mengapa waktu ingin dipercepat
Mengapa waktu ingin diperlambat
Mengapa pikiran ingin diam
Mengapa semua ini hanya ilustrasi
Apakah ini sebuah dilema ?

Pejamkan matamu dan berfikir lah
Temukan solusi di tempat yang suci
Mintalah kepada Tuhan apa yang engkau inginkan
Hanya kata maaf dan taubat
Yang bisa mengobati

Monday, September 10, 2018

PUISI KARYAKU Asrul Boenavista (SMA ANTARTIKA)


   SMA ANTARTIKA


Disinilah tempatku belajar.
Udaranya segar ku hirup setiap pagi.
Pohon - pohon yang semi menerpa angin.
Nuansa alami meskipun di tengah kota.

Disinilah tempatku menggapai cita-cita.  Berbagai karya dipaparkan di lapang.
Hal tersebut melahirkan motivasi                  tersendiri.
Gedung - gedung menjulang tinggi                melambai.
Seakan keinginan sudah tercapai.


Disinilah tempatku berkarya.
Kebersihan mu menyehatkan ku.
Sarana yang lengkap membuatku ingin berdiam.
Dan aku bangga dengan mu.
Terus kedepan dan jayalah sekolah ku.

Sunday, September 9, 2018

PUISI KARYAKU Asrul Boenavista (REJECTED)

                             REJECTED


Aku menyerahkan diriku.
Kepada mimpi yang tak akan terwujud.
Aku tersesat kedalam cinta yang begitu besar.
Hingga kemudian keraguan menyelimutiku.

Tak bisa kutemukan jalanku tanpamu.
Seandainya kau ada selalu di sampingku.
Seandainya kau tetap memperhatikanku.
Seandainya kau berjanji dan tak pernah mengingkari.

Jika kau akan terus mencintai.
Hingga akhir hayatmu.
Tapi ini semua begitu sulit .
Dengan mereka yang tidak membiarkan cinta kita untuk hidup.
Jika kita tidak melindungi satu sama lain.

PUISI KARYAKU Asrul Boenavista (PENUNGGU HATIKU)


PENUNGGU HATIKU


Ohh. Cahaya hatiku.
Mata mu tajam merobek hatiku.
Hingga mata ku diam tak berkedip.
Senyum mu membuat jantungku berdetak kencang.
Hingga pikiran pun melayang.


Ohh..masa depan ku.
Aku tak tau arah jalan hidup ku.
Aku tak tau betapa jauhnya jarak diantara kita.
Aku tak tau waktu kita jumpa.
Tapi mengapa aku selalu nyaman dengan mu.
Hingga aku pun tak mau melepaskan pikiran ku.


Oh... ratu ku.
Pikiran dan hati pun mulai bersatu.
Andai tuhan mengizinkan kita bertemu.
Andai keajaiban datang kepada ku.
Aku hanya bisa menunggu.
Dan waktu adalah jalanku.

Thursday, August 9, 2018

PUISI KARYAKU

Kretek Ati Iki

Puisi Karya : Muhammad Asrul Maulana

Oh... Bidadari ku
Kenapa jantungku berdetak kencang saat melihat mu
Mata mu bersinar terang membuat ku menunggu
Senyum manis mu membuat mata ku diam tak berkedip
Hingga berlian pun iri kepadamu

Oh... kekasih ku
Kenapa jarak menjadi benteng cinta ku
Hanya waktu yang menjawab takdir ku
Menunggu-menunggu dan menunggu
Hanya itu yang bisa dilakukan

Oh.. bulan ku.
Aku mencintai cahaya malam mu
Kenapa aku takut mengungkapkan isi hatiku
Aku tidak memaksamu untuk membuka hati mu
Aku hanya ingin kamu tahu
Kalau aku mencintaimu
Dan aku suka melihat kamu tersenyum
Atas segala pertanyaan ku

Oh... bunga ku
Apa artinya cinta
Apa artinya kesetiaan
Apa artinya pengorbanan
Itu lah yang menjadi tantangan cinta ku

Cinta butuh pengorbanan
Akan kah kita bisa melaluinya?
Hanya Tuhan yang bisa menjawabnya
Dan waktu adalah media nya


You Call Me Asrul

Kenapa aku rapuh Kenapa aku tidak kompeten  Kenapa aku lambat dan pemalas Kenapa aku tidak memiliki kekuatan  Kenapa aku menjadi seperti ini...