Oleh : Muhammad Asrul Maulana
Laksana mentari datang di pagi hari
Membawa harapan perdamaian
Mencoba fokus satu titik hitam
Ditengah ribuan titik putih
Cinta kini telah pupus
Ditelan pahitnya kejujuran
Perasaan ini mencoba tuk berikan bunga
Mencoba memperbaiki hati yang usang
Memantapkan pilihan
Tapi hati ini penasaran belaka
Sadar aku ini sadar
Aku ini siapa
Orang biasa yang tidak pantas dicinta
Wahai hati yang sedang terluka
Kini saatnya beristirahatlah
Wahai hati yang terluka
Tutuplah gerbang kerajaan kecilmu
Hukumlah dirimu yang selalu gagal
Tanamkan klausula baku
Yang mengikat bahwa kamu telah gagal
Berjanjilah atas nama cinta
Kamu akan menjalani hukuman
Sidang ditutup untuk sementara
Tidak, Sidang ditutup untuk selamanya
-------- Puisi ini, insyaallah akan menjadi karya terakhir untuk selama-lamanya, -------------