Oleh : Muhammad Asrul Maulana
lagi Membawa air mata dan perih
Membuka luka yang tak terobati
Merasuk dalam hati yang terluka
Bagai angin yang menerpa
Menyapu seluruh jiwa dan raga
Oleh : Muhammad Asrul Maulana
Oleh : Muhammad Asrul Maulana
Seandainya, seandainya, seandainya
Perasaan ini bisa berbicara
Mengutarakan kata demi kata dengan lantang
Dan mulut sementara terdiam
Setiap manusia memiliki perasaan
Entah itu perasaan cinta atau benci
Aku tidak tahu perasaan ku yang mana
Antara cinta, benci, atau hanya diriku saja yang bermasalah
Yang satu punya perasaan
Datang ketika butuh, dan tidak ada keseriusan
Yang satu punya perasaan
Tapi enggan untuk dikaitkan
Ini hati tempat merasakan
Fungsi lain juga merasakan cinta
Namun, tidak bagi Hati yang kumiliki
Tidak ada rasa, tidak terasa
Yasudahlah, melalui puisi ini kuputuskan
Semua yang terjadi, lalu lintas seseorang
Keluar masuknya dalam perasaan
Tidak berarti, apapun
Terdiam, fokus kedepan, dan berangan-angan
Dirimu hanya sebatang karang
Menjadilah mahal
hingga semua orang bahkan tak mampu membelinya
Kenapa aku rapuh Kenapa aku tidak kompeten Kenapa aku lambat dan pemalas Kenapa aku tidak memiliki kekuatan Kenapa aku menjadi seperti ini...